
Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan film animasi/kartun Jepang. Kata tersebut berasal dari kata animation yang dalam pelafalan bahasa Jepang menjadi animeshon. Kata tersebut kemudian disingkat menjadi anime. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan khusus untuk animasi Jepang, tetapi kebanyakan orang menggunakan kata tersebut untuk membedakan antara film animasi buatan Jepang dan non-Jepang.
Jenis - jenis anime berdasarkan ceritanya, yaitu :
1. Action/Adventure
Anime jenis ini ceritanya lebih mengutamakan fokus pada pertarungan, peperangan dan persaingan fisik. Selain itu anime jenis ini berhubungan dengan seni (teknik bela diri), dan banyak menggunakan senjata untuk bertempur, seperti anime Naruto, Bleach, One Piece, dll.
2. Drama
Anime jenis ini ceritanya di bangun lewat pengembangan karakter dan tema emosional, hubungan kompleks antar tokoh pun terdapat di anime jenis ini, seperti anime Inuyasha.
3. Game
Anime jenis ini ceritanya lebih memusatkan kepada berbagai macam game (permainan), seperti anime Hikaru No Go, Yu-Gi-Oh, dll.
4. Horror
Anime jenis ini ceritanya berhubungan dengan tema-tema supranatural / hal-hal gaib, seperti anime Vampire Hunter D Series.
5. Science Fiction
Anime jenis ini ceritanya berfokus pada hal-hal futuristic, terutama meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan, seperti anime Ghost In The Shell.
Jenis - jenis anime berdasarkan penontonnya, yaitu :
1. Shounen
Anime shounen merupakan anime yang ceritanya di tunjukan untuk penonton remaja laki-laki, seperti anime Naruto, Bleach, dll.
2. Shoujo
Anime shoujo merupakan anime yang ceritanya di tunjukan untuk penonton remaja perempuan, seperti anime Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, dll.
3. Seinen
Anime seinen merupakan anime yang ceritanya di tunjukan untuk penonton laki-laki dewasa.
4. Josei
Anime josei merupakan anime yang ceritanya di tunjukan untuk penonton wanita dewasa.
5. Kodomo
Anime kodomo merupakan anime yang ceritanya di tunjukan untuk penonton anak-anak, seperti anime Hello Kitty.
Jenis – jenis anime berdasarkan produksinya, yaitu :
1. Movies
Jenis ini umum hanya dijumpai di bioskop dan cenderung mewakili anime dengan biaya produksi paling tinggi dan juga secara umum merupakan jenis dengan kualitas gambar paling bagus. Kadang-kadang anime juga hanya dijumpai di festival film atau festival animasi dan biasanya durasinya lebih pendek dan terkadang rendah biaya produksinya.
2. OVA
OVA atau disebut sebagai Original Video Animation. Kadang OVA mirip dengan serial-mini. OVA paling tidak berdurasi 2 episode, dan kadang paling banyak mencapai 20 episode. Kebanyakan OVA dirilis dalam bentuk video, tetapi kadang-kadang juga ditayangkan di televisi, televisi kabel atau televisi satelit. OVA juga dikenal dengan sebutan lain, OAV (Original Animated Video). Sebagai aturan yang umum, OVA cenderung juga berkualitas gambar yang tinggi mendekati kualitas Movie
3. TV Seri
Jenis TV Seri ini disindikasikan dan ditayangkan di televisi secara terjadwal. Umumnya kualitas anime TV Seri lebih rendah dari OVA dan Movie. Hal ini dikarenakan dana produksi diratakan agar episodenya menjadi banyak ketimbang difokuskan dalam satu film atau serial pendek. Kebanyakan TV seri berdurasi 23 menit. Dibulatkan jadi 30 menit bila ditambahkan dengan iklan - iklan televisi. Kadang - kadang ada juga TV seri yang satu episodenya hanya sepanjang 12 menit sehingga dalam suatu jam tayang bisa menayangkan 2 episode sekaligus. Anime TV Seri biasanya berjalan secara musiman. Satu musim penuh biasanya sebanyak 26 Episode atau bisa juga berjalan sebanyak 13 episode. Sehingga dengan rata rata kebiasaan itu, kebanyakan anime TV seri itu jumlah episodenya biasanya merupakan kelipatan dari 13.

0 komentar:
Posting Komentar